Jakarta, Cakrawalasatu.com – Sejumlah massa menggelar aksi demomstrasi untuk menyampaikan aspirasi terkait isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang dinilai berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat, sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa ini di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/06/26) malam.
Informasi dihimpun, demonstrasi yang digelar oleh massa ini sebagai bentuk penolakan terhadap kenaikan harga BBM non subsidi yang mengacu pada harga minyak mentah dunia. Hal ini menciptakan kekhawatiran akan inflasi dan sektor ekonomi yang lebih luas.
Pimpinan MPR sebelumnya menyebut bahwa kenaikan harga Pertamax mengikuti fluktuasi minyak dunia, sementara Purbaya Yudhi Sadewa dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan mengatakan bahwa dampaknya pada ekonomi minimal karena Pertamax tidak banyak digunakan oleh angkutan barang.
Suasana lokasi demonstrasi sempat memanas ketika massa aksi mulai membakar ban bekas di tengah jalan sebagai bentuk protes atas kenaikan harga BBM.
Pihak Polsek Metro Menteng memutuskan untuk membubarkan massa demonstran karena kegiatan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menjelaskan bahwa aksi berlangsung tidak lama, sekitar pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.
“Kegiatan ini tanpa pemberitahuan dan melanggar ketentuan membakar ban, sehingga kita bubarkan,” jelasnya kepada awak media.
Braiel menegaskan bahwa tidak ada pihak yang diamankan selama pembubaran aksi tersebut.
“Sudah dibubarkan, situasi aman. Tidak ada yang diamankan,” tegasnya singkat. (*)







