Jakarta, Cakrawalasatu.com – Pengetatan sistem pembuangan sampah otomatis bakal berdampak sampai ke tingkat RT/RW. Kalau sampah dari hulu masih tercampur dan belum dipilah, alur pengangkutannya bakal makin dibatasi.
Dihimpun berbagai sumber, mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang resmi menghentikan sistem open dumping (pembuangan sampah secara terbuka tanpa pengolahan).
Langkah ini diambil sesuai amanat regulasi pengelolaan sampah nasional untuk meminimalkan risiko pencemaran lingkungan, longsor gunungan sampah, serta bau tak sedap yang meluas.
Dampaknya, alur masuk truk sampah dari Jakarta kini diperketat, di mana pengangkutan sampah yang tercampur atau belum dipilah berisiko ditolak maupun dibatasi kuotanya.
Dampak Bagi Masyarakat Warga Jakarta yaitu wajib pilah dari rumah, beban pengelolaan sampah kini terdorong penuh ke hulu (sumber sampah) warga, fasilitas publik, hingga kawasan komersial dituntut untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri.
“Optimalisasi Bank Sampah dan TPS3R, peran Bank sampah di tingkat RT/RW dan TPS 3R (Reuse, Reduce, Recycle) di tiap kecamatan akan menjadi benteng utama agar volume sampah yang dikirim ke Bantargebang berkurang drastis,” dikutip, di Jakarta, Sabtu (01/08/26).
Melalui kebiasaan memilah sampah, kita tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Keterang dalam akun Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berharap, dalam mewujudkan Jakarta yang bersih dan berkelanjutan tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa peran aktif dari seluruh elemen masyarakat.
“Melalui Gerakan Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh warga untuk membudayakan pemilahan sampah sebagai langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” harapnya, di Jakarta, Jum’at (31/07/26).
Pramono menegaskan, mari jadikan memilah sampah sebagai kebiasaan sehari-hari.
“Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi lingkungan dan menjadi fondasi menuju Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Yuk, dimulai hari ini, dari kita, untuk Jakarta yang layak huni, berketahanan, dan berkelanjutan,” tegasnya. (Ophay)







