Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Gabungan Siaga Kamtibmas Jaga Jakarta Untuk Indonesia 2026

Apel Gabungan Jaga Ibu Kota Jakarta Untuk Indonesia Melibatkan Sekitar 1.000 Anggota Potmas

Jakarta, Cakrawalasatu.com – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, memimpin Apel Siaga Kamtibmas bertajuk ‘Jaga Ibu Kota Jakarta Untuk Indonesia’. Acara ini melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Apel ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban menjelang bulan Ramadan 2026/1447 Hijriah, yang berlangsung di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Sabtu (14/02/26).

Salah satu agenda utama dalam apel ini adalah pembacaan Deklarasi Kamtibmas oleh perwakilan ormas. Berikut isi deklarasi tersebut :

Deklarasi Kamtibmas. Dalam jaga Ibu Kota Jakarta untuk Indonesia, kami, Pokmas se-Jakarta menyatakan sikap :

1. Bersama Polri menolak dengan tegas segala bentuk aksi anarkis dan pengrusakan serta perusuh masyarakat.

2. Mendukung tindakan tegas Polri dalam upaya terciptanya situasi yang aman, tertib dan kondusif.

3. Siap melaporkan segala bentuk ancaman dan tindakan aksi anarkis dan pengrusakan serta perusuh masyarakat.

4. Siap mendukung program-program Presiden untuk meningkatkan perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat.

5. Siap bersama jaga lingkungan, jaga warga, jaga aturan, dan jaga amanah dalam jaga Ibu Kota Jakarta untuk Indonesia.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri Bersama Ketua Pokdarkamtibmas Daerah Metro Jaya, H. Wahyu Kordaning, S.H., M.H.,

Dalam sambutannya, Irjen Asep menyampaikan lima pesan utama kepada seluruh peserta apel.

“Dalam menjelang bulan suci Ramadan, saya mengajak kita semua untuk bersama-sama memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di lingkungan kita,” ucapnya.

Pertama, Irjen Asep meminta masyarakat menjadi teladan ketertiban dengan mematuhi aturan, menghormati sesama, dan menjaga sikap di ruang publik serta etika di ruang digital.

Kedua, masyarakat diminta menolak dan menghentikan penyebaran provokasi, hoaks, ujaran kebencian, serta ajaran kekerasan. Irjen Asep menekankan pentingnya menyaring informasi dan memastikan kebenarannya sebelum mempercayai atau membagikannya.

“Yang ketiga, utamakan musyawarah dan komunikasi yang menyejukkan. Apabila muncul persoalan, selesaikan secara bermartabat, hindari tindakan main hakim sendiri, dan kedepankan koordinasi dan komunikasi,” terangnya.

Keempat, Irjen Asep mengajak masyarakat mengaktifkan kewaspadaan lingkungan melalui satkamling, ronda, pokdar Kamtibmas, serta jejaring keamanan setempat. Pencegahan dini terhadap potensi tawuran, konflik, maupun gangguan ketertiban lainnya juga menjadi fokus.

“Dan yang kelima, segera laporkan setiap indikasi gangguan Kamtibmas melalui kanal pelaporan yang tersedia agar dapat ditindaklanjuti secara tepat, cepat, dan akurat,” jelasnya.

Kapolda menegaskan, jika dirinya percaya bahwa kekuatan Jakarta tidak hanya terletak pada gedung-gedungnya saja, tetapi pada warganya yang tertib, peduli, dan saling mau menjaga.

“Dan hari ini, kehadiran kita menunjukkan bahwa Jakarta tidak dibiarkan berjalan sendiri. Ada 10.000 orang bahkan lebih yang siap menjadi penguat ketertiban di lingkungannya masing-masing,” imbuh dia. (*)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan