Jakarta, Cakrawalasatu.com – Aksi demonstrasi yang digelar sejumlah mahasiswa di kawasan Gedung DPR berakhir ricuh dan diwarnai bentrokan dengan aparat kepolisian.
Kericuhan terjadi setelah massa disebut tidak terima saat api yang mereka nyalakan sebagai bagian dari aksi dipadamkan oleh petugas. Situasi yang semula berlangsung kondusif mulai memanas ketika terjadi saling dorong antara demonstran dan aparat di lokasi depan Gerbang Pancasila Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Jum’at (05/06/26).
Sejumlah mahasiswa kemudian menyampaikan protes atas tindakan pemadaman api tersebut hingga memicu ketegangan yang berujung bentrok.
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN), menyuarakan sejumlah tuntutan terkait isu lingkungan hidup, hak asasi manusia (HAM), kebebasan berekspresi, hingga fungsi pengawasan DPR terhadap kebijakan pemerintah.
Dalam aksi itu, massa mahasiswa juga menyuarakan kritik terhadap sejumlah proyek ketahanan yang dijalankan pemerintah. Mereka menila kebijakan tersebut berpotensi mengorbankan lingkungan dan berdampak pada keberlanjutan ekosistem di berbagai daerah.
Massa aksi yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi itu awalnya menggelar orasi secara bergantian di depan gerbang DPR. Di tengah aksi, massa membakar satu ban yang diletakkan tepat di samping mobil orator.
Tidak berselang lama, sejumlah anggota kepolisian mendatangi lokasi pembakaran dengan membawa alat pemadam api ringan (APAR), kemudian memadamkan api yang membakar ban tersebut.
Tindakan itu memicu reaksi dari massa aksi. Sejumlah mahasiswa mendekati aparat dan terjadi aksi saling dorong. Situasi kemudian memanas. Dalam kericuhan tersebut, terlihat sejumlah peserta aksi melemparkan gelas plastik berisi air ke arah aparat kepolisian.
Setelah situasi meredah, massa kembali melakukan pembakaran satu ban lainnya dibakar di area yang lebih dekat ke badan jalan. Namun, aparat kepolisian langsung kembali memadamkan api menggunakan APAR.
Pemadaman kedua itu kembali memicu ketegangan antara mahasiswa massa aksi dan polisi. Bentrokan berupa aksi saling dorong kembali terjadi dan saling adu mulut. Meski demikian, kericuhan tidak berlangsung lama. Beberapa saat, kedua pihak mulai menahan diri dan situasi kembali kondusif.
Massa aksi melanjutkan demonstrasi dengan menyampaikan tuntutan melalui orasi dari atas mobil komando. Sementara aparat kepolisian tetap bersiaga di sekitar lokasi. Adapun tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut yaitu :
1. Menghentikan segala bentuk kebijakan dan proyek yang berpotensi merusak lingkungan hidup serta mengancam keberlanjutan ekosistem.
2. Menjamin perlindungan terhadap hutan, kawasan konservasi, masyarakat adat, petani, nelayan, dan seluruh kelompok masyarakat yang mempertahankan ruang hidupnya.
3. Menghentikan kriminalisasi, intimidasi, dan tindakan represif terhadap aktivis lingkungan, mahasiswa, jurnalis, dan pembela HAM.
4. Mengusut tuntas seluruh kasus pelanggaran HAM berat masa lalu serta mengakhiri budaya impunitas dalam penegakan hukum.
5. Menjamin kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat, dan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara demokratis.
6. Mendorong DPR RI menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap kebijakan pemerintah yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan pelanggaran HAM. (*)







