Peringati May Day, Massa Buruh Padati Depan Gedung DPR RI

Massa Buruh Longmarch Dari Taman Ria Senayan Menuju Depan Gedung DPR RI

Jakarta, Cakrawalasatu.com – Memperingati aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) berdatangan ke kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jum’at (01/05/26).

Aksi yang diawali dengan longmarch dari taman ria senayan menuju depan gedung DPR RI membawa beberapa tuntutan mendesak untuk kesejahteraan buruh, diantaranya :

1. Cabut Omnibus Law Cipta Kerja dan wujudkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang pro-buruh.

2. Hapus sistem kerja kontrak, outsourcing, dan kemitraan.

3. Hentikan pemutusan hubungan kerja massal dan jamin kepastian kerja.

4. Wujudkan sistem upah layak nasional berbasis kebutuhan hidup layak.

5. Ratifikasi Konvensi ILO 188 Tentang Perlindungan Pekerja Perikanan dan 190 tentang penghapusan kekerasan dan Pelecehan di dunia kerja

6. Hapus seluruh hak istimewa pejabat negara dan korporasi pesar, samakan standar kesejahteraan pejabat dengan rakyat pekerja, terapkan pajak progresif, serta sita aset koruptor dan pengemplang pajak.

7. Wujudkan jaminan sosial universal bagi seluruh rakyat, hapus kekerasan dan diskriminasi terhadap buruh perempuan, wujudkan pendidikan dan kesehatan gratis dan berkualitas.

8. Jalankan reforma agraria sejati bagi petani, buruh dan masyarakat miskin kota.

9. Presiden Prabowo segera membentuk Badan Pelaksana Reforma Agraria Nasional (BPRAN).

Tuntutan demokrasi dan anti militerisme :

1. Bebaskaan seluruh tahanan politik.

2. Hentikan kriminalisasi dan represi terhadap gerakan buruh dan rakyat.

3. Berikan jaminan perlindungan kepada pembela HAM dari upaya pembungkaman dan kriminalisasi

4. Bubarkan komando teritorial, sita aset bisnis militer, tangkap dan adili jenderal pelanggar HAM serta hentikan campur tangan militer di ranah sipil dengan mengembalikan militer ke barak.

5. Hentikan penggusuran dan perampasan tanah rakyat selesaikan segera konflik agraria struktural.

Perwakilan dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Siti Nurhalimah (31), menjelaskan, aksi di DPR RI merupakan bentuk peringatan sekaligus perlawanan.

“May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum mengingat sejarah panjang perjuangan buruh yang masih menyisakan banyak persoalan, terutama bagi buruh perempuan. Seperti yang kita ketahui juga, teman-teman di Monas itu kan merayakan dengan Prabowo. Sedangkan kita ini bukan perayaan, tapi memperingati,” jelasnya di depan Gedung DPR, Jakarta, Jum’at (01/05/26).

Aksi di depan Gedung DPR RI menjadi simbol tekanan langsung kepada para pembuat kebijakan. Di tengah orasi, teriakan, dan poster tuntutan, massa buruh menyuarakan desakan agar pemerintah lebih serius memperhatikan nasib pekerja.

Siti mengungkapkan, kami menyoroti perlunya percepatan pengesahan undang-undang ketenagakerjaan yang dinilai lebih berpihak kepada buruh, khususnya buruh perempuan yang masih menghadapi berbagai ketimpangan di dunia kerja.

“Nah, harapannya ya itu tadi, bagaimana pemerintah sekali lagi untuk lebih mendengar dan juga poin utama adalah bagaimana pemerintah segera mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan yang pro terhadap buruh, khususnya buruh perempuan,” ungkapnya.

Pantauan dilokasi, massa aksi masih bertahan di sekitar kompleks parlemen. Mereka terus menyuarakan tuntutan dan menunggu adanya respons konkret dari pemerintah maupun DPR RI, hingga Jum’at sore.

Peringatan May Day 2026, di depan gedung DPR RI ini juga diwarnai dengan penampilan sejumlah musisi, termasuk Efek Rumah Kaca (ERK), yang turut mengisi panggung sebagai bagian dari rangkaian aksi dan ekspresi solidaritas buruh. (*)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan