Jakarta, Cakrawalasatu.com – AKBP Netty Rosdiana Siagian buka suara mengenai kabar pengunduran dirinya dari institusi Polri. Kabar pengunduran dirinya itu dituangkan dalam unggah di akun Instagram pribadinya.
Langkah berani dari perwira menengah yang saat ini sedang menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya seketika viral dan menuai banyak sorotan dari masyarakat luas.
Dalam unggahannya, Netty mengatakan permohonan pengunduran dirinya sudah terhitung sejak 1 September. Ia menyatakan pengunduruan dirinya ini dilakukan tanpa ada paksaan.
“Permohonan ini saya ajukan setelah melalui pertimbangan yang matang dan dengan kesadaran serta kemauan saya sendiri. Keputusan ini bukan karena adanya paksaan atau tekanan dari pihak mana pun, melainkan atas pertimbangan pribadi dan keadaan yang menurut saya mengharuskan saya untuk mengakhiri masa pengabdian saya sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri),” katanya dalam unggahan tersebut dikutip Senin (02/11/26).
Lebih lanjut dalam unggahan tersebut, Netty menyampaikan dirinya telah mendapat banyak pengalaman dan pembelajaran selama berdinas di institusi Polri.
“Selama menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri, saya telah memperoleh banyak pengalaman, pembelajaran, serta kesempatan dalam memberikan pengabdian baik kepada institusi maupun kepada masyarakat,” lanjutnya.
Saat dihubungi, Netty yang jabatan terakhirnya sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, menerangkan permohonan pengunduran dirinya dari korps Bhayangkara sebenarnya telah diajukan sejak 20 Agustus lalu.
“Saya masukin tanggal 20 (Agustus), kemudian karena memang juga masih ada kegiatan-kegiatan lain. Akhirnya terhitunglah 1 September lah itu pas waktu yang tepat lah ya. Tapi permohonan itu udah masuk, di suratnya itu, udah masuk di 20 Agustus,” terangnya kepada awak media.
Netty menjelaskan alasan pengunduran dirinya dari Polri ingin mengambil jalan yang sesuai dengan hati nurani.
“Ketika ada hal-hal yang tidak lagi sejalan dengan prinsip yang saya yakini, saya memilih untuk mengambil jalan yang menurut saya lebih sesuai dengan hati nurani,” jelasnya.
Netty mengungkapkan dirinya ingin lebih banyak terlibat langsung dalam kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat. Selain itu, dia juga berencana mengembangkan kiprahnya di dunia pendidikan dengan berbagi ilmu dan pengalaman di sejumlah kampus.
“Ke depan, saya ingin mengabdikan diri melalui dunia akademik, berbagi ilmu dan pengalaman di kampus, sekaligus memperluas kegiatan sosial agar kehadiran saya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Netty mengaku tidak menyesal mengambil langkah untuk mengundurkan diri dari Polri, berbagai tugas dan pengalaman yang diperoleh telah menjadi bagian dari pengabdian yang di lakukan selama ini.
“Saya tidak menganggap pengunduran diri sebagai akhir dari pengabdian. Justru, ini adalah awal dari perjalanan baru,” tuturnya.
Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri :
Status Administratif hingga awal November 2026, pihak Polri belum memberikan konfirmasi resmi terkait persetujuan akhir pengunduran diri tersebut.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, anggota Polri dapat mengajukan pemberhentian atas permintaan sendiri sebelum mencapai batas usia pensiun. Namun, pengajuan tersebut tetap harus melalui mekanisme dan persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Profile AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian :
AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian merupakan sosoknya dikenal luas oleh masyarakat tidak hanya karena parasnya yang menawan, juga rekam jejak operasional dan akademisnya yang cemerlang.
Ia mengawali karier dari Bintara/Perwira Sumber Sarjana dan kini berpangkat AKBP.
Netty mencatatkan prestasi kepemimpinan teritorial yang impresif dengan dipercaya memimpin wilayah-wilayah krusial di DKI Jakarta.
Di antaranya sebagai Kapolsek Sunda Kelapa (2018) dan kemudian dipromosikan menjadi Kapolsek Metro Menteng (2022) yang merupakan area Ring 1 Jakarta.
Pada April 2026, Netty dinobatkan sebagai salah satu dari 11 Perempuan Inspiratif Nasional oleh Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI).
Penghargaan bertema “Perempuan Tangguh” ini diberikan atas konsistensi dan integritasnya sebagai Polwan Tangguh dalam Penegakan Hukum dan Kepemimpinan.
Tahun sebelumnya menerima Metrapolitika Award 2025, penghargaan bergengsi ini sebagai apresiasi atas dedikasinya yang dinilai sebagai Polisi Humanis.
Tahun 2021 ia menerima Indonesia Women Excellence Award 2021 yang diselenggarakan Indonesia Award Magazine.
Penghargaan ini diberikan atas komitmennya dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi masyarakat
Di awal kariernya pada tahun 2005, ia dipercaya memimpin unit moge (motor gede) legendaris “The Road Force Blue” di bawah Ditlantas Polda Metro Jaya.
Unit srikandi ini sukses melakukan berbagai pengawalan penting untuk pejabat VVIP dan tamu-tamu negara.
Di bidang akademik, Netty sukses meraih gelar (S3) Ilmu Hukum dari Universitas Sriwijaya dengan predikat kelulusan Cum Laude (dengan pujian).
Capaian ini membuatnya dikenal luas sebagai representasi “Polisi Pembelajar” yang memadukan keahlian lapangan dan intelektualitas.













