Padang Pariaman||CSC – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengumumkan perubahan nama rumah sakit daerah menjadi RSUD Muslim Kasim. Pengumuman tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, saat memimpin kunjungan hari ketiga Tim 10 Safari Ramadan di Surau Ar Raudhah, Nagari Gadur, Kecamatan Enam Lingkung, Kamis (26/2/2026) malam.
Dalam kegiatan itu turut hadir Kepala Bapelitbangda Budi Mulya, Direktur RSUD dr. Syafrinawati MARS, jajaran pejabat daerah, Camat Enam Lingkung Jhony Firman, Walinagari Gadur Aidizal, unsur TNI-Polri, serta tokoh masyarakat setempat.
Baca Juga: Hari Kedua Tim 10 Safari Ramadan Kunjungi Masjid Taqwa Ladang Rimbo
Rudy menjelaskan, Safari Ramadan merupakan agenda silaturahmi pemerintah daerah dengan masyarakat yang dilaksanakan secara serentak oleh 10 tim, menyasar sekitar 100 rumah ibadah selama bulan suci.
“Safari Ramadan ini menjadi momentum mempererat hubungan pemerintah daerah dengan masyarakat sekaligus menyampaikan informasi pembangunan,” ujar Rudy dalam sambutannya.
Baca Juga: Wabup Rahmat Hidayat Apresiasi Bantuan Paten Mekar Tani bagi Warga Huntara Asam Pulau
Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, telah menetapkan perubahan nama RSUD Padang Pariaman menjadi RSUD Muslim Kasim sebagai bentuk penghargaan kepada almarhum atas kontribusinya bagi daerah.
“Penetapan nama ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan karya almarhum untuk Kabupaten Padang Pariaman,” katanya.
Baca Juga: Diduga Tabrak Lari, Warga dan Polisi Kepung Mobil di Jakarta Pusat
Selain pengumuman tersebut, Sekda juga memaparkan kondisi daerah pascabanjir dan longsor yang sebelumnya melanda 17 kecamatan di Padang Pariaman. Tiga kecamatan terdampak paling parah yakni Kayu Tanam, Lubuk Alung, dan Batang Anai.
Ia menyebut, sedikitnya 11 sungai melintasi wilayah kabupaten, dengan Sungai Batang Anai menjadi salah satu titik kerusakan infrastruktur terberat. Tujuh jembatan dilaporkan putus, di antaranya Jembatan Anduring, Pinang, Koto Buruak, Kayu Gadang, Rajang Salisian, dan Kuliek, serta sejumlah rumah warga hanyut terbawa arus.
Menurut Rudy, pemulihan infrastruktur membutuhkan dukungan pembiayaan yang besar, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Karena itu, Pemkab berupaya mengakses berbagai sumber pendanaan, termasuk dari kementerian melalui skema dana hibah, rekonstruksi, dan investasi.
“Alhamdulillah, saat ini pembangunan 17 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan nilai sekitar Rp270 miliar sedang berjalan di Kabupaten Padang Pariaman,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga solidaritas dan persatuan menjelang pemilihan wali nagari, serta menghindari perpecahan yang dapat menghambat pembangunan.
Di akhir kegiatan, Tim Safari Ramadan menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp15 juta dan lima mushaf Al-Qur’an kepada pengurus Surau Ar Raudhah sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di nagari tersebut.







