Seorang Warga Yang Masih Pelajar Diserang OTK di Pejompongan Usai Aksi Demo

Akibat Pemukulan, Korban Mengalami Luka Lebam Pada Bagian Mata, Wajah dan Kepala

Jakarta, Cakrawalasatu.com – Seorang pelajar bernama Faturrohman (19) menjadi korban penganiayaan oleh kelompok orang tidak dikenal (OTK) saat pembubaran massa demonstrasi di kawasan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/08/26) malam.

Faturrohman mengalami luka lebam pada bagian mata, wajah, dan kepala akibat pemukulan menggunakan benda tumpul.

Fahmi, Guru Faturrohman, mengatakan korban kelas 12, sempat merespons pesan dari wali kelas terkait arahan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada pukul 22.01 WIB.

“Sekitar pukul 23.00 WIB, pesan yang dikirim kepada Faturrohman hanya menunjukkan status ceklis satu,” ucapnya Jum’at (28/08/26).

Saya tinggal dikampung sebelah, kampung sebelah, sudah kelihatan dari situ ada anak-anak yang diseret, ada bapak-bapak juga yang diseret sama orang yang tidak dikenal.

“Bahkan ini sudah ada korban ya, ada bendera kuning, bisa lihat sendiri yang bendera kuning ini pak Bambang, dia ditarik dari dalam kemudian diseret keluar, di videonya juga ada sudah beredar di media sosial, cuman kondisinya sekarang di RS Polri Kramat Jati,” imbuh Fahmi.

Keluarga pak Bambang sudah disana RS Polri dan sudah di umumkan juga di masjid Istoqomah bahwa beliau meninggal dunia.

“Tapi itu sama-sama tetangga, masih satu gang. Kalau Fatur sebelah sini,” lanjut Fahmi.

Fahmi menerangkan, Alhamdulillah kami sudah ke Polda Metro Jaya sama benerapa teman Guru, sudah ada anaknya.

“Memang yang disayangkan itu kan kejadian sekitar pukul 23.00, karena yang tadi saya bilang, pukul 22.01 Fatur masih balas chating dari guru di group WA kelas,” terangnya.

Fahmi menuturkan, tadi saya tanya mamahnya itu juga hp nya Fatur hilang, entah sama orang yang tidak dikenal lah.

“Pokoknya sama orang yang tidak dikenal ditarik, diseret, ditendang. diinjak, seperti temen-temen lihat dimedia sosial lah. Dari orang-orang tidak dikenal itu ada yang bawa balok, parang, pedang dan sebagainya,” tuturnya.

Fahmi menjelaskan Faturrohman merupakan qori dan hafiz Al-Qur’an yang kerap menjuarai perlombaan keagamaan.

“Dia gak pernah kayak gini nih ikut-ikutan. Mamanya juga bilang ngungsi. Semua warga pada ngunsi di masjid Istoqomah karena disini sudah banyak asep. Mungkin merasa ada waktu yang jedah, biarin mamanya dulu yang ngungsi ke masjid, dan dia belakangan sama pak Bambang itu, ternyata dua-duanya dari dalam ketarik keluar ditengah jalan sini,” jelasnya.

Massa masuk ke perkampungam karena Polisi melemparkan gas air mata. Kebetulan di sebelah gang saya itu kebetulan warga saya masih ada yang aktif dinas di Rindam.

“Beliau yang salah satu maju kedepan menjelasin bahwa ini adalah warga bukan pendemo jadi tidak terlalu parah, disini paling rawan, asapnya masuk kesini,” tegasnya.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan