Jakarta, Cakrawalasatu.com – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Parta Buruh membatalkan rencana demo dalam peringatan Hari Buruh di Gedung DPR RI, lantaran memilih merayakan May Day bersama Prabowo di Monas pada Jum’at (01/05/26).
Keputusan itu diambil setelah 11 isu ketenagakerjaan terkait penolakan outsourcing, upah murah, dan PHK, mendapat respons dari Prabowo.
Meski begitu, Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) bersama Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) akan tetap berdemo di DPR RI untuk menyuarakan isu ketenagakerjaan dan kembalinya gaya militerisme.
Ketua Umum Konfederasi KASBI, Sunarno mengatakan 10.000 buruh yang akan datang merupakan bagian dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak).
“Kami dari Konfederasi KASBI bersama Alians Gebrak akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI Jakarta dengan estimasi massa sekitar 10.000 orang,” ucapnya kepada awak media, di Jakarta (30/04/26).
Sunarno menegaskan bahwa unjuk rasa ini bersifat mandiri dan tidak berafiliasi dengan agenda May Day Fiesta di Monas. Dengan mengusung tema perlawanan terhadap kapitalisme, imperialisme, dan militerisme, massa menuntut adanya kelayakan dalam aspek pekerjaan, upah, serta standar hidup.
“Tuntutan kami adalah, 1. Segera wujudkan UU Ketenagakerjaan pro buruh dengan melibatkan serikat buruh, pascaputusan MK 168 tentang Omnibuslaw Cipta kerja.
2. Reformasi sistem pengupahan dan hilangkan disparitas upah, berlakukan upah layak nasional yang adil dan bermartabat bagi kaum buruh.
3. Jamin kepastian kerja, hapus sistem outsourcing, kerja kontrak, kemitraan palsu, dan pemagangan eksploitatif.
4. Ratifikasi konvensi ILO 188 dan Konvensi ILO 190, jamin dan lindungi buruh perempuan dan disabilitas.
5. Sejahterakan tenaga pendidik, dosen, pekerja platform, pekerja medis dan kesehatan.
6. Stop PHK massal dan pemberangusan serikat buruh.
7. Wujudkan pendidikan gratis, kesehatan gratis dan berkualitas.
8. Tegakkan supremasi sipil, jaga demokrasi, setop militerisme, stop kriminalisasi gerakan rakyat, bebaskar aktivis yang ditangkap.
9. Jalankan reforma agraria sejati, hentikan penggusuran tanah rakyat.
10. Hentikan perang, solidaritas untuk kedaulatan rakyat Palestina, Iran, Venezuela, Cuba, dan lain-lain,” tegasnya. (*)







