Kemenag Tegaskan Larangan Haji Pakai Visa Non-Haji: Ancaman Deportasi dan Sanksi Serius Menanti

ibadah haji hanya dapat dilaksanakan dengan visa haji resmi yang diterbitkan oleh otoritas Arab Saudi.

Headline, Menteri, Nasional2276 Dilihat

Jakarta, CSC – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran haji instan yang menggunakan visa non-haji. Praktik ilegal ini berisiko tinggi dan dapat berujung pada deportasi serta sanksi berat dari Pemerintah Arab Saudi.

Peringatan ini disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Akhmad Fauzin, dalam konferensi pers harian di Media Center Haji (MCH), Jakarta, Senin (5/5/2025).

Baca Juga: BPK Puji Tata Kelola Kemensos: Gus Ipul Komit Jalankan Rekomendasi demi Transformasi Pelayanan Publik

“Jangan mudah tergoda iming-iming haji tanpa antre, langsung berangkat, atau tidak terdaftar resmi. Ini berbahaya dan menyalahi ketentuan,” tegas Fauzin.

Ia menjelaskan bahwa ibadah haji hanya dapat dilaksanakan dengan visa haji resmi yang diterbitkan oleh otoritas Arab Saudi. Visa jenis lain—seperti visa ziarah, kerja, atau wisata—tidak berlaku untuk keperluan berhaji.

Baca Juga: Letjen Kunto Arief Wibowo Tetap Jabat Pangkogabwilhan I: Penyesuaian Strategis Rotasi Jabatan Pati TNI

“Siapa pun yang nekat berhaji tanpa visa resmi akan menghadapi sanksi, termasuk penahanan, deportasi, hingga larangan masuk ke Arab Saudi selama beberapa tahun ke depan,” ujar Fauzin.

Kemenag mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi status visa sebelum berangkat ke Tanah Suci, serta segera melaporkan jika menemukan praktik penipuan haji yang merugikan jamaah.

Baca Juga: Jalan Nasional Teluk Dalam–Gunungsitoli Rusak Parah, Warga Tagih Tanggung Jawab Pemerintah Pusat

“Kita semua punya tanggung jawab menjaga kesucian ibadah haji dan melindungi masyarakat dari upaya-upaya yang menyesatkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenag juga melaporkan perkembangan kedatangan jemaah haji Indonesia. Hingga pukul 08.00 WIB, Senin (5/5/2025), sebanyak 22.301 jemaah dari 57 kloter telah tiba di Arab Saudi.

Hari ini, sebanyak 5.114 jemaah dari 13 kloter dijadwalkan terbang ke Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, dari berbagai embarkasi di tanah air.

Kepada jemaah yang telah berada di Madinah, Fauzin mengingatkan agar menjaga kesehatan di tengah cuaca panas yang mencapai 35 derajat Celsius dengan kelembapan rendah. Jemaah diminta memperbanyak minum air, memakai pelindung kepala, dan memanfaatkan waktu istirahat secara optimal.

“Kemenag senantiasa siaga dan siap memberikan bantuan kapan pun diperlukan. Semoga seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan penuh keberkahan,” pungkas Fauzin.