Jakarta, Cakrawalasatu.com – Pengendara mobil yang tengah dalam perjalanan dari Pandeglang menuju Bandung, menjadi korban dugaan pemalakan oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jum’at (27/03/26) sekira pukul 17.03 WIB.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, tiga orang yang menggunakan sepeda motor memberhentikan kendaraan dengan cara memalang jalan, kemudian dua orang turun untuk meminta uang secara paksa sebesar Rp. 300.000.
Menurut keterangan korban Arip Hidayat, mengatakan kejadian bermula saat dirinya menepi di pinggir jalan untuk membuka aplikasi peta guna memastikan rute perialanan. Namun, secara tiba-tiba, tiga orang menghampirinya.
“Ketiga pelaku kemudian meminta uang sebesar Rp. 300.000 dengan alasan kendaraan menggunakan pelat nomor luar Jakarta sehingga diwajibkan membayar uang untuk “uang lewat”. “Bagi buat lingkungan dulu heyy, biasa setahun sekali…plat luar, plat luar masalahnya, ntar saya kawal,” ujar terduga pelaku pemalakan dalam video yang diterima redaksi dari korban.
Arip menerangkan jika dirinya mencoba menawar dengan memberikan Rp. 50.000, namun oknum tersebut menolak dengan dalih bahwa permintaan ini hanya sekali dalam setahun.
“Saat tidak mendapatkan jumlah yang diinginkan, mereka melakukan perampasan secara paksa dengan mengambil uang yang berada di dasbor mobil. Saya keluar untuk meminta pengembalian uang karena dana tersebut diperuntukkan untuk setoran,” terangnya.
Arip mengungkapkan, tak hanya meminta uang secara langsung, salah satu pelaku juga mengambil kartu e-money yang sebelumnya disimpan di dashboard kendaraan.
“Kartu tersebut baru saja diisi saldo. Katanya nanti uangnya dibalikin, tapi ujung-ujungnya uang diambi e-money juga gak kembali. Setelah mendapatkan uang dan kartu e-money, para pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi,” ungkapnya.
Dari penelusuran awak media, seorang narasumber dari wilayah sekitar yang tidak mau disebutkan identitasnya menjelaskan bahwa ketiga oknum pungli tersebut dikenal sering melakukan tindakan serupa terhadap mobil barang maupun mobil travel yang melintas.
“Salah satu di antaranya dikenal dengan panggilan Emul yang menggunakan switer dan anting, sedangkan yang berpakaian putih disebut Enen, untuk yang mengendarai motor belum diketahui identitasnya,” jelasnya.
Hingga video tersebut viral di media sosial dan berita ini di terbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat. (*)







