Tunggu Docking, Kapal RoRo Nias Selatan Siap Layani Rute Kepulauan Batu

Pemkab Nias Selatan menuntaskan tahapan teknis dan administratif bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dengan target operasional kapal RoRo KMP Hafamati HF usai docking awal April 2026.

Nias Selatan||CSC – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan melalui Dinas Perhubungan memastikan kapal bus air roll-on/roll-off (RoRo) KMP Hafamati HF segera kembali beroperasi untuk melayani konektivitas wilayah Kepulauan Batu. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Nias Selatan, Damai Omega Telambanua, di Kantor Dishub Nias Selatan, Jalan Arah Sorake Km 7, Kecamatan Fanayama, Jumat (27/3/2026).

Damai Omega menegaskan, pengoperasian kapal merupakan bagian dari kelanjutan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang telah diperbarui pada 2026.

Baca Juga: Dhipa Adista Justicia Law Firm Menangkan Perkara PMH di Mahkamah Agung RI Melawan Ir Santoso Halim

“Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman sebelumnya yang berakhir pada Oktober 2025, dan kini telah diperpanjang untuk mendukung operasional KMP Hafamati HF,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerja sama awal antara kedua pihak dimulai pada 2022. Seiring berakhirnya masa berlaku, nota kesepahaman kembali ditandatangani pada 3 Februari 2026 di Jakarta oleh Bupati Nias Selatan bersama pihak ASDP sebagai operator penyeberangan.

Baca Juga: Heboh di Media Sosial Akan Terjadi Tawuran Besar Antar Pelajar di Cianjur, Polisi Turun Tangan

Dalam rangka percepatan operasional, sejumlah tahapan telah dilaksanakan, mulai dari pengecekan kondisi kapal oleh tim ASDP, pihak galangan, dan Dishub pada 19 Februari 2026, hingga koordinasi lanjutan melalui rapat daring pada 12 Maret 2026.

Pemerintah daerah juga telah menyerahkan surat penugasan pengoperasian serta penetapan status penggunaan barang milik daerah berupa kapal KMP Hafamati HF kepada ASDP.

Baca Juga: Bupati John Kenedy Azis Hadiri Open House di Istana Gubernur, Perkuat Sinergi dan Silaturahmi

Damai Omega mengungkapkan, terhentinya operasional kapal pada periode 2024 hingga 2025 disebabkan kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM). Namun, persoalan tersebut kini teratasi setelah beroperasinya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Tello yang dikelola PT Elora Fam Jaya sejak Januari 2026.

“Dengan tersedianya SPBU di Pulau Tello, kebutuhan BBM kapal dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan transportir dari pangkalan Pertamina,” katanya.

Lebih lanjut, kapal KMP Hafamati HF dijadwalkan menjalani proses docking atau perawatan di galangan kapal Gunungsitoli oleh PT Cahaya Baru Shipyard. Namun, jadwal tersebut mengalami penyesuaian akibat antrean, sehingga docking direncanakan berlangsung pada awal April 2026 dengan estimasi pengerjaan selama 7 hingga 14 hari.

“Setelah docking selesai, pemerintah daerah akan melaksanakan peluncuran perdana sebagai tanda dimulainya kembali operasional kapal,” ujar Damai Omega.

KMP Hafamati HF nantinya akan melayani lintasan di wilayah Kepulauan Batu dengan rute Pulau Tello–Lasondre–Saeru–Lumbui Melayu. Jalur tersebut telah melalui proses survei oleh tim gabungan ASDP, Dishub Nias Selatan, serta pengawas pelabuhan dari BPTD Teluk Dalam.

Pengoperasian kembali kapal ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah kepulauan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi logistik di kawasan tersebut.

“Dengan beroperasinya kembali KMP Hafamati HF, pelayanan transportasi laut di Kepulauan Batu diharapkan semakin optimal dan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” tutupnya.