Depok, Cakrawalasatu.com – Mengejutkan, menjelang perayaan Natal yang akan berlangsung pada 25 Desember 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru), sejumlah sekolah di Depok mendapat acaman teror peledakan bom.
Ancaman teror bom tersebut beredar melalui pesan berantai yang dikirim ke pihak sekolah dari seseorang yang menyebut namanya Karmila Hamdi, sehingga menimbulkan kekhawatiran di lingkungan pendidikan. Data beredar menyebut, pelaku mengirim pesan bernada ancaman tersebut melalui email ke masing-masing sekolah yang diteror, pada Selasa (23/12/25).
Adapun data sekolah yang disebut atau di teror pelaku yakni, SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA 4 Depok, SMA PGRI 1, SMA Bintara Depok, Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA 7 Sawangan, SMA Nururrahman, dan SMAN 6 Depok.
Melalui email tersebut, pelaku mengancam akan melakukan teror peledakan bom.
“Sekolah se Kota Depok yang terima email gua, gua bakal teror bom sama culik, bunuh, tebar narkoba ke semua sekolah yang terima email ini. Tunggu aja, anak-anak didik lu semua jadi korban,” bunyi keterangan yang ditulis pelaku melalui pesan berantai.
Kemudian, pada kolom keterangan berikutnya pelaku juga mengungkap alasan di balik teror bom itu.
“Gua benci sama pendidikan di Depok. Gak terima, polisi gak adil, gak tanggepin laporan karena gua diperkosa dan cowo yang perkosa gua gak tanggung jawab nikahin gua,” ungkapnya.
“Gua Kamila Lutfiani Hamdi alumni SMP dan SMA IT Nururrahman, Alumni Universitas Telkom. Gua sangat bertanggung jawab atas yang gua lakukan,” lanjutnya.
“Gua sangat bertanggung jawab atas yang gua lakukan. Jalan Jati Ulin, Blok F, No. 6, Kavling UI Barat rumah gua. Gua gak takut sama apa yang gua lakukan dengan nama almet-almet gua,” tutupnya.

Operator sekolah SMA Arrahman, Cipayung, Depok, Danar mengaku menerima kabar dari kepala sekolah soal dugaan ancaman teror bom kepada sekolahnya sekitar pukul 16.30 WIB.
“Ancaman itu dikirim dari surel pribadi ke sejumlah alamat email sekolah lainnya. Dari kepala sekolah info ada ancaman teror bom dan sebagainya, yang mengancam murid-murid sekolah Arrahman. Setelahnya, saya langsung ke sekolah,” ucapnya di lokasi.
Danar mengungkapkan, isi ancaman itu didominasi dengan pengungkapan rasa kekecewaan peneror atas masalah pribadi yang dialaminya.
“Dia meluapkan kekesalan segala macem dan itu masalah pribadi, kemudian dikaitkan ke sekolah-sekolah di Depok lainnya termasuk kita yang juga menerima email itu,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Polres Metro Depok yang mendapatkan laporan langsung melakukan pengecekan dan pemeriksaan ke sejumlah sekolah di Kota Depok, menyusul adanya teror dugaan bahan peledak.
Dalam proses pemeriksaan yang dilakukan, petugas belum menemukan adanya bahan peledak maupun benda mencurigakan di sejumlah sekolah yang diperiksa. Meski demikian, kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Sementara itu, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras menjelaskan, bahwa pihaknya telah menyelidiki kasus ini.
“Intinya sedang kami dalami,” jelasnya.
Abdul Waras mengimbau agar masyarakat tidak panik dengan pesan berantai ini.
“Sejumlah petugas dari Gegana Brimob juga telah diturunkan ke beberapa sekolah yang diteror pelaku. Polisi akan mengusut pihak yang menebar teror bom sekolah-sekolah tersebut,” tegasnya. (*)










