SMA Negeri 26 Jakarta Gelar Kegiatan Maulid Nabi dan Penyerahan Donasi Yatim Serta Bencana Gempa NTT

SMA 26 Jakarta Sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri Tingkat Nasional Sejak Tahun 2012

Jakarta, Cakrawalasatu.com – SMA Negeri 26 Jakarta menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M, dengan penceramah Ust Azam yang bertema ‘Meneladani Rasulullah, Menebar Kebaikan, Menguatkan Masa Depan’, bertempat di SMA Negeri 26 Jakarta, Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (03/09/26).

Acara ini dihadiri oleh seluruh siswa/i, guru, dan staf sekolah. Kepala Sekolah SMA Negeri 26 Jakarta, Drs Ubaidillah, M.Pd., yang didampingi Wakil Kepala Sekolah bagian kesiswaan, Siti Cholilllah mengajak seluruh peserta untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momen meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah dan menguatkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Setalah do’a dan penutup dalam kegiatan ini, di lanjut ke sesi penyerahan donasi untuk yatim dan bencana gempa NTT sebesar 17 juta.

Kepala Sekolah SMA Negeri 26 Jakarta, Ubaidillah mengatakan, Alhamdulillah hari ini diselenggarakan peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW, di internal SMA Negeri 26 Jakarta.

“Ini adalah salah satu program dari rohani Islam (Rohis),” ucapnya kepada awak media di ruang kepala sekolah Negeri 26 Jakarta, Kamis (03/09/26) siang.

Ubaidillah menerangkan, tujuan dari semua kegiatan peringatan hari besar Islam (PHBI) memang adanya di sektor seksi kerohanian Islam.

“Untuk meningkatkan kualitas keimanan, ketaqwaan peserta didik. Bagaimana generasi muda kita khususnya murid-murid SMA Negeri 26 mempunyai kompetensi agama yang hebat, karakter, kuat dan juga sisi-sisi nilai spiritualitas,” terangnya.

Ubaidillah menjelaskan, SMA 26 memiliki kegiatan harian, kegiatan mingguan, kegiatan bulanan dan kegiatan sesuai dengan program yang ada di rohis.

“Dalam keseharian, Alhamdulillah setiap hari ada yang namanya mengawali pembelajaran dengan tadarus bersama, itu luar biasa sentral satu ruangan, kemudian semua murid di kelas didampingi guru jam pelajaran pertama, penguatan kompetensi baca al-qur’an, kemudian dzuhur berjamaah alhamdulillah telah terlaksana dengan cukup baik dan dilengkapi dengan kuliah tujuh menit (Kultum) yang digilir oleh anak-anak rohis sesuai dengan jadwal,” jelasnya.

Untuk kegiatan ini di SMA Negeri 26 sasarannya seluruh peserta didik yang beragama Islam.

“Disini ada delapan belas kelas, satu kelasnya tiga puluh enam masing-masing peserta didik di kelas,” ungkap Ubaidillah.

Tujuan dan rangkaian dari kegiatan ini pasti adalah sebagai komunitas internal SMA Negeri 26 ingin mengingatkan kita adalah keluarga besar.

“Dimana kita akan mengingatkan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Sehingga bisa berperan, berprestasi jika sudah berprestasi maka akan berkontribusi terhadap prestasi sekolah. Disamping kita juga menjaga, menjalin sejaring dengan alumni,” tutur Ubaidillah.

Ubaidillah menegaskan, Alhamdulillah SMA 26 Jakarta ini yang kita andalkan adalah sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri tingkat Nasional.

“Sejak tahun 2012 budaya sekolah Adiwiyata sudah kita jalankan dan itu menjadi budaya keseharian kita,” tegasnya.