Jakarta, Cakrawalasatu.com – Media sosial (medsos) dihebohkan dengan seorang warga negara (WN) asal Jepang mengaku ditawari oleh seorang mucikari yang mempromosikan prostitusi anak di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat.
Dalam video viral tersebut, terdengar sejumlah orang diduga mucikari menawarkan gadis di bawah umur dengan menyebut kata seperti “seventeen” hingga “perawan”.
Narasi yang beredar menyebut praktik tersebut sudah berlangsung terorganisir dan memanfaatkan gadis-gadis muda untuk eksploitasi seksuaI. Adanya penawaran anak berusia 15 tahun pun memicu kemarahan bublik dan desakan agar aparat segera melakukan investigasi serta penindakan serius terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Dikutip lewat akun X @hunter_tnok, dinarasikan kejadian itu berlangsung sekitar April 2026 saat seorang WN Jepang sedang berada di Lokasari dan ditawarkan layanan prostitusi oleh mucikari.
“Seorang pria Jepang pada April 2026, terlihat para mucikari di Lokasari berulang kali meneriakkan kata “Seventeen” dan “Perawan” untuk mempromosikan prostitusi anak. Bukti nyata bahwa praktik prostitusi anak merajalela di Lokasari,” keterangan dalam akun tersebut.
Dalam unggahan selanjutnya, turut ditampilkan beberapa tangkapan foto lokasi yang diduga dijadikan tempat prostitusi berada di sebuah ruko.
“Praktik prostitusi anak di kawasan Lokasari sudah sangat meresahkan dan terorganisir. Saya telah mengidentifikasi lokasi gedung yang dijadikan tempat eksploitasi gadis-gadis muda,” terang kembali akun tersebut.
Atas kejadian itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan kabar tersebut telah ditangani oleh jajarannya untuk mengungkap kasus dugaan prostitusi di wilayah Lokasari.
“Informasi ini sangat berarti untuk penyelidik Dit PPA/PPO dan Siber Polda Metro Jaya (PMJ) untuk melakukan penyelidikan, semoga semua terang benderang,” jelasnya kepada awak media, Minggu (24/05/26).
Disisi lain, Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M. Zulfikar menegaskan telah mengerahkan personilnya untuk mengecek lokasi yang sempat dikabarkan sebagai lokasi prostitusi anak.
“Alhamdulilah, sudah dikonfirmasi bahwa hal tersebut tidak terbukti. Betul, berita tersebut tidak benar,” tegasnya. (*)








