Padang Pariaman||CSC – Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) menyoroti belum optimalnya pemanfaatan Asrama Haji Sumatera Barat di Kecamatan Batang Anai. Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumbar, Dr. H. Muhammad Rifki, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Karan Aur, Pariaman, Selasa (6/1/2026).
JKA menyebut Asrama Haji Sumbar merupakan aset strategis bernilai miliaran rupiah yang dibangun melalui perjuangan panjang, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal sesuai peruntukannya.
Baca Juga: Padang Pariaman Raih Predikat “Sangat Baik” dalam Pemantauan SPBE 2025
“Begitu besar perjuangan almarhum Ali Mukhni saat menjabat Bupati Padang Pariaman. Beliau memperjuangkan dukungan dana pusat hingga Asrama Haji ini bisa terwujud,” ujar JKA.
Ia menuturkan, dirinya mengetahui langsung proses tersebut karena saat itu menjabat sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Agama. Meski bangunan telah berdiri, pengelolaan dan kejelasan pemanfaatannya dinilai belum berjalan optimal.
Baca Juga: Sekda Rudy, Hari Jadi ke-193 Padang Pariaman Diperingati Secara Sederhana Namun Khidmat
“Sejak saya menjabat Bupati, belum pernah ada pembahasan yang komprehensif terkait pengelolaan Asrama Haji Sumbar, padahal lokasinya sangat strategis dan berada di Padang Pariaman,” tegasnya.
JKA menyambut baik terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah serta hadirnya Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar yang baru. Menurutnya, hal itu menjadi momentum untuk menuntaskan persoalan lama, termasuk optimalisasi Asrama Haji Sumbar.
Baca Juga: Syukuran Awal Tahun, Pemkab Nisel Pastikan SK PPPK PW Diserahkan Akhir Januari
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, Dr. H. Muhammad Rifki, menyatakan siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, baik dalam pelayanan haji dan umrah maupun pembenahan Asrama Haji Sumbar.
“Kami siap berkoordinasi penuh dengan Pemkab Padang Pariaman untuk mengoptimalkan Asrama Haji Sumbar,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga membahas kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 serta penguatan koordinasi pusat dan daerah dalam pelayanan jemaah. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap pertemuan ini menjadi titik balik pemanfaatan Asrama Haji Sumbar yang berlokasi dekat Bandara Internasional Minangkabau (BIM).













