Kali Pegangsaan Dipenuhi Lumpur dan Tumbuhan Liar Hingga Menutup Turap

Kali Ciliwung di Ruas Kawasan Pegangsaan Sampai Jalan Diponegoro, Menteng, Tampak Dipenuhi Endapan Lumpur dan Tanaman Liar

Jakarta, Cakrawalasatu.com – Kondisi kali Ciliwung di kawasan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, jadi sorotan. Pasalnya, warga yang sudah geram karena kali tak kunjung di keruk dan dibersihkan kini dipenuhi oleh lumpur dan tumbuhan liar.

Menurut warga, sejak kepemimpinan Pramono Anung hingga saat ini, belum ada tindakan sama sekali baik dibersihkan apalagi pengerukan.

Salah satu warga sekitar, Ishak mengatakan, beda dengan kepemimpinan DKI sebelumnya seperti Ahok dan Anies Baswedan.

“Era pak Ahok atau Pak Anies, kondisi Ciliwung tidak seperti ini. Secara berkala pasti ada tindakan terhadap kebersihan sungai maupun lainnya,” ucap, di lokasi.

Berdasar pantauan dilokasi, kondisi kali Ciliwung di ruas Jalan Diponegoro hingga Jalan Talang, Pegangsaan, Menteng, tampak dipenuhi endapan lumpur dan tanaman liar yang menutupi turap. Tak terkecuali kondisi kali Ciliwung di daerah lainnya di Jakarta.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui viralnya persoalan di media sosial justru membantu pihaknya dalam proses penanganan.

“Kami menyadari tidak seluruh wilayah dapat dijangkau dengan penanganan yang cepat. Tetapi memang saya harus akui, semakin diviralkan menurut saya makin baik, sehingga kita segera menangani itu karena tidak semua daerah itu bisa dijangkau,” terangnya saat dijumpai di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (13/04/26).

Dalam satu bulan terakhir ini, kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno kerap disorot, baik dalam sarana maupun prasarana. Mulai dari jalan rusak dan berlubang yang hingga kini belum terlihat tindakannya atau juga seringnya proyek galian di jalan-jalan utama dan proses penyelesaiannya pun asal jadi.

Kini ditambah keluhan kotornya kondisi kali Ciliwung. Masyarakat pun berharap, ada tindakan konkret dari pemerintah terutama Pemprov DKI.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan