Lampaui Target, Mensos Risma Graduasi 21.333 KPM PENA

Siapapun bisa meraih kesuksesan asalkan mau bekerja keras dan tidak patah semangat.

Headline, Menteri, Sosial1536 Dilihat

Jakarta, CSC – Program pemberdayaan masyarakat melalui Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) yang dijalankan oleh Kementerian Sosial, sepanjang Januari-Maret 2024 telah berhasil menggraduasi 11.260 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari bantuan sosial (bansos). Capaian ini melebihi capaian graduasi program PENA sepanjang tahun 2023 yang tercatat 10.073 KPM, sehingga total KPM PENA yang telah digraduasi pada tahun 2023 hingga Maret 2024 sebanyak 21.333 KPM.

“Graduasi dilakukan jika KPM PENA pendapatan per bulannya sudah di atas upah minimum kabupaten/ kota (UMR) sehinga layak graduasi dari penerima bantuan sosial,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini, saat berbincang dengan peserta program PENA baik melalui tatap muka langsung maupun secara online di Gedung Aneka Bhakti, Jakarta, Kamis (4/4/2024) siang.

Baca Juga: Mensos Risma Temui dan Bantu Korban Rudapaksa Ayah Tiri di Makassar

Mensos menyampaikan, semula program PENA ditargetkan untuk menggraduasi terhadap 7.500 KPM sepanjang tahun 2023, ternyata pencapaiannya jauh melebihi target.

“Kementeian Sosial akan terus menjalankan program PENA karena terasa manfaatnya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Tri Rismaharini.

Baca Juga: Mengejutkan Warga, Mensos Risma Selamatkan Keluarga Kecil di Situbondo Dari Kehancuran

Program PENA dijalankan Kementerian Sosial untuk memberdayakan masyarakat yang memiliki penghasilan rendah atau berada dalam garis kemiskinan. Melalui program ini, penerima manfaat mendapat bantuan modal untuk pembelian barang dan bahan baku. Selain itu juga dibantu dalam bidang pengemasan produk, pemasaran dan pengelolaan keuangannya.

Selain itu, Risma juga menyampaikan bahwa kesuksesan adalah hak semua orang. Siapapun bisa meraih kesuksesan asalkan mau bekerja keras dan tidak patah semangat.

Baca Juga: M. Jamil Beserta 11 Orang Lainnya Bersemangat Jalankan Usaha Setelah Mendapat Bantuan Rumah dan Motor dari Kemensos

“Kalau usahanya jatuh, tetap bangun dan berusaha lagi. Kalau jatuh lagi, harus bangun lagi begitu seterusnya sampai kegagalan takut menghampiri kita,” ujar Risma memotivasi penerima manfaat.

Dicontohkannya, pengrajin minyak kayu putih di Pulau Buru, Maluku yang lokasinya sangat jauh dari Ambon. Namun berkat bantuan Kemensos dalam memenuhi standar kualitas dan pengemasan, maka produk kayu putih Pulau Buru ini sekarang sudah bisa dipasarkan bahkan bisa menembus pasar internasional. Ini disebabkan Krisna oleh-oleh Bali merupakan toko oleh-oleh terbesar se Asia Tenggara dan memiliki tujuh outlet di Bali.

“Kalau kita kerja keras maka tangan Tuhan, bantuan Tuhan akan datang diluar yang kita perkirakan,” tutur Risma.

Di hadapan penerima manfaat, Risma juga mengenalkan salah satu pedagang kue kering di Surabaya yang telah sukses dalam melakukan penjualan dan pemasarannya. Semula kue kering dengan merk “Diah Cookies” hanya dijual Rp 10.000 per kemasan. Tapi berkat peran Kemensos melalui para designer yang tergabung dalam Tata Rupa Nusantara perlahan kemasannya semakin bagus, kualitas rasanya semakin enak, sehingga saat ini dijual diatas Rp. 60.000 per kemasan.

“Peran Kemensos dalam memberdayakan kami selaku Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sangat terasa. Kemensos membantu dalam menjaga kualitas produk, kemasan dan pemasaran sehingga omset kami terus meningkat. Terimakasih Ibu Risma dan Kementerian Sosial,” kata Diah pengusaha kue kering Diah Cookies.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang tergabung dalam Tata Rupa Nusantara. Para mahasiswa tersebut kuliah di London School of Publik Relation (LSPR), Universitas Pelita Harapan (UPH), Lembaga Pendidikan YAI, Universitas Esa Unggul, Universitas KALBIS, serta Universitas Paramadina yang tergabung dalam Tata Rupa Nusatara. Mahasiswa inilahj yang mendesain produk-produk Pena sehingga lebih bagus dan menarik yang sangat berpengaruh pada harga dan pemasaran produk.