Padang Pariaman||CSC – Kabupaten Padang Pariaman dilanda bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem sejak Sabtu (22/11) hingga Minggu (23/11/2025). Hujan yang turun tanpa henti memicu meluapnya beberapa aliran sungai, termasuk Batang Anai dan Batang Ulakan, sehingga menimbulkan dampak luas di 11 kecamatan.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, langsung turun ke lokasi terdampak, mulai dari jalan amblas di Padang Baru hingga pusat pengungsian di Kampung Galapuang.
Data mutakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada Minggu (23/11), pukul 17.00 WIB, mencatat 15 nagari terdampak dengan total 438 kepala keluarga (KK). Sedikitnya 438 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian air antara 30 hingga 100 sentimeter, sementara dua rumah mengalami kerusakan. Selain itu, 93 hektare lahan pertanian terendam, mengancam keberlanjutan sumber penghidupan warga.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur vital. Dua ruas jalan rusak, termasuk putusnya akses dari RSUD Padang Pariaman menuju Polres Padang Pariaman. Dua jembatan mengalami kerusakan dan satu fasilitas pendidikan, SDN 10 Batang Gasan, terdampak longsor. Sedikitnya lima titik longsor menimbun badan jalan di beberapa Nagari, termasuk Anduriang dan Sikucua Barat. BPBD menyebutkan taksiran kerugian material masih dalam proses pendataan.
Baca Juga: Kasus Ijazah Jokowi, Polda Metro Jaya Umumkan Delapan Tersangka
Menghadapi skala kerusakan yang besar, Bupati John Kenedy Azis menyampaikan perlunya dukungan pemerintah provinsi dan pusat.
“Dengan kemampuan APBD, kami tidak sanggup memperbaiki infrastruktur yang rusak. Kami sangat berharap bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat, khususnya BWS, untuk normalisasi sungai di beberapa lokasi yang terkena dampak banjir di Padang Pariaman,” ujarnya.













