Jakarta, Cakrawalasatu – Wakil Presiden RI Ke-6 pada masa pemerintahan Presiden Ke-2 Soeharto, Jendral TNI (Purn) Try Sutrisno, meninggal pada usia sekitar 90 tahun, di rumah sakit pusat angkatan darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Senin (02/03/26) sekitar Pukul 06.50 WIB.
Jenazah Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno, disalatkan di Masjid Agung Sunda Kelapa pada Senin (02/03/26) sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.
Jenazah tiba di masjid sekira pukul 11.17 WIB dan langsung disambut keluarga, kerabat, serta para pelayat yang telah menunggu. Suasana haru nenyelimuti area masjid saat prosesi salat jenazah berlangsung dengan khidmat.
Upacara penyerahan Jenazah Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno kepada negara dipimpin oleh Panglima TNI Jendera Agus Subiyanto dan diserahkan oleh perwakilan keluarga.
Usai disalatkan, jenazah kemudian diberangkatkan menuju TMP Kalibata untuk dimakamkan secara kenegaraan.
Prosesi upacara di TMP Kalibata pukul 13.18 WIB, dibuka dengan laporan komandan upacara Kolonel Inf Beni Angga sebagai Wakil Asren Kopassus kepada Prabowo yang bertindak selaku inspektur upacara dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum dan apel persada.
Dalam memimpin upacara pemakaman, Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, Wakil Presiden RI ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.
“Almarhum adalah sosok prajurit sekaligus negarawan yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri bagi pengabdian kepada bangsa dan negara,” ucapnya dilokasi pemakaman.
Prabowo menjelaskan, almarhum dikenal sebagai figur pemimpin yang teguh memegang prinsip kedisiplinan, kesederhanaan, serta loyalitas tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“‘Saya Presiden Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum, nama Try Sutrisno, jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 periode tahun 1993-1998, Panglima ABR periode 1988-1993, putra dari Bapak Subandi almarhum. Semoga Almarhun mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar,” jelasnya.
Prosesi selanjutnya, pasukan diperintahkan pasang sangkur dan peti jenazah dipersiapkan untuk turun ke liang lahat. Selepas itu, prosesi penghormatan dilakukan diiringi dengan alunan musik dan penembakan senjata.
Kemudian, bendera Merah Putih pun dibentangkan di atas liang lahat Try Sutrisno. Sejumlah pimpinan TNI, salah satunya Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turut memegang salah satu ujung bendera yang membentang di atas liang lahat.
Kemudian jenazah pun dimakamkan dan keluarga diberikan kesempatan pertama untuk penaburan bunga. Prosesi selanjutnya, Presiden Prabowo selaku inspektur upacara melakukan penimbunan liang lahat secara simbolik dengan menyerokan satu sekop tanah. Selepas itu, setelah liang lahat ditimbun tanah, dan nisan dipasang di makam.
Di dekat makam, Presiden Prabowo menyaksikan penimbunan liang lahat didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kemudian tiga kepala staf TNI, yaitu KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan ada pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago.
Presiden Prabowo kemudian meletakkan karangan bunga atas nama negara di atas makam Try Sutrisno. Presiden pun memberikan salam hormat terakhirnya kepada Try Sutrisno. Peletakan karangan bunga kemudian dilakukan oleh perwakilan keluarga.
Prosesi upacara pun dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Upacara kemudian ditutup dengan pemberian penghormatan terakhir oleh seluruh peserta upacara, yang diiringi oleh alunan musik dari satuan musik TNI.
Usai menutup upacara, Presiden Prabowo menyerahkan bendera Merah Putih dan naskah apel persada kepada keluarga almarhum.
Turut hadir sejumlah jajaran kabinet dalam prosesi pemakaman, yakni Menlu Sugiono, Seskab Teddy Indra Wijaya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan.
Terlihat juga Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Wapres ke-11 Boediono dan Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di lokasi. (*)













