Aliansi Masyarakat Sampaikan Aspirasi di Depan Gedung DPR/MPR RI Desak RUU Perampasan Aset Disahkan dan Hukum Mati Koruptor

Polisi Memperketat Pengawasan di Sejumlah Akses Untuk Mengantisipasi Penyusupan dan Potensi Kericuhan

Jakarta, Cakrawalasatu.com – Ribuan massa dari berbagai kelompok atau aliansi masyarakat memadati kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/08/26), dengan membawa agenda yang berbeda-beda.

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor, sementara Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) membawa tuntutan serupa ditambah desakan menurunkan harga kebutuhan pokok. Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang terdiri dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat membawa 10 tuntutan, mulai dari meminta pertanggungjawaban politik dan hukum Prabowo-Gibran, penghentian MBG dan Koperasi Desa Merah Putih pendidikan dan kesehatan gratis, kenaikan upah, hingga penetapan bencana Sumatera dan NTT sebagai bencana nasional.

Di tengah kelompok yang membawa kritik, Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) dari Bangkalan justru datang untuk mendukung program pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis. Mereka menyiapkan 500 tiket keberangkatan dan meminta MBG tetap dilanjutkan dengan perbaikan tata kelola.

Menjelang aksi, perjalanan massa Pati juga diwarnai sejumlah kendala, mulai dari penundaan transaksi rekening donasi, klaim pencegatan empat bus berisi sekitar 200 orang, hingga pelemparan batu terhadap bus lain yang menyebabkan tiga orang luka ringan. Polisi pun memperketat pengawasan di sejumlah akses menuju Jakarta untuk mengantisipasi penyusupan dan potensi kericuhan.

Peserta aksi dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mulai menyampaikan aspirasinya di Kompleks Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/08/26) pagi.

Koordinator AMPB Supriyono alias Botok, dalam orasinya mendesak agar RUU perampasan aset segera disahkan dan hukuman mati para koruptor dapat diterapkan.

“Aspirasi rakyat Indonesia. Korupsi semakin hari semakin merajalela dan pengawalan kita adalah untuk menuntut pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor dan gugup mati koruptor,” ucapnya saat orasi depan gedung MPR/DPR RI.

Pada massa yang hadir pada hari ini, saya mohon untuk tertib, apalagi jangan sampai merusak fasilitas umum.

“Jangan pernah sekali-kali melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Mari kita kawal aspirasi rakyat Indonesia ini dengan tertib, aman dan damai. Sepakat?,” ungkap Botok.

Jika ada gejala provokator, penyusup mohon untuk teman-teman diamankan demi aspirasi kita.

“Untuk teman-teman ketahui, kami jauh-jauh dari Pati ke Jakarta tidak ada niatan sedikitpun untuk membuat kerusuhan. Kami jauh-jauh ke Jakarta untuk mengawal aspirasi rakyat Indonesia oleh pemerintah. Bapak presiden, DPR RI di Jakarta untuk mendengar aspirasi masyarakat dan hari ini kita juga rakyat Indonesia datang ke gedung DPR RI untuk memberi masukkan kepada pimpinan,” tegasnya.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan