Bupati JKA Kukuhkan Pengurus P2TP2A Saiyo Sakato Padang Pariaman 2025–2030

Bupati JKA menegaskan peran strategis lembaga dalam perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak.

Berita Terkini534 Dilihat

Padang Pariaman||CSC – Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) secara resmi mengukuhkan Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Saiyo Sakato Kabupaten Padang Pariaman periode 2025–2030, sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Peran Lembaga P2TP2A. Prosesi pengukuhan berlangsung di Aula IKK Parit Malintang, Senin (24/11/2025).

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa P2TP2A bukan sekadar lembaga formal, tetapi garda terdepan perlindungan perempuan dan anak yang memegang peran strategis dalam pembangunan daerah.

Baca Juga: Wagub Sumbar Tinjau Lokasi Banjir di Kampung Galapuang

“Kita menyadari, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Ketimpangan gender, keterbatasan akses pendidikan dan ekonomi, hingga budaya patriarki masih menjadi tembok yang harus kita runtuhkan bersama,” ujar JKA.

Ia juga menyoroti maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik di ruang publik maupun dalam lingkungan keluarga.

Baca Juga: Yusuf Nache: Pemkab Nisel Perketat Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

“Kekerasan dalam bentuk apa pun adalah pelanggaran hak asasi manusia yang tidak dapat ditolerir. Karena itu, P2TP2A harus menjadi ujung tombak perlindungan,” tegasnya.

Bupati menekankan bahwa upaya perlindungan tidak berhenti pada penyelesaian kasus. P2TP2A juga harus hadir sebagai pusat pemberdayaan berkelanjutan.

Baca Juga: Padang Pariaman Tanggap Darurat, Banjir dan Longsor Melanda 11 Kecamatan

“Perempuan yang berdaya secara ekonomi, kuat secara hukum, dan cerdas secara intelektual akan menjadi agen perubahan bagi keluarga dan lingkungannya,” ucapnya.

Ia kemudian menguraikan tiga ranah strategi kerja P2TP2A:

1. Ranah publik, melalui penciptaan ruang aman serta kampanye kebijakan tanpa toleransi terhadap kekerasan.

2. Ranah keluarga, dengan penguatan ketahanan keluarga agar rumah menjadi ruang paling aman bagi perempuan dan anak.

3. Ranah masyarakat, melalui peningkatan kewaspadaan komunitas terhadap berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi.

Bupati turut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk lembaga perempuan, organisasi masyarakat, dan perangkat daerah.

“Pemberdayaan perempuan bukan program sampingan. Ini adalah investasi utama bagi masa depan daerah kita,” ujarnya.

Kepada pengurus yang baru dikukuhkan, JKA berpesan agar bekerja dengan integritas, melayani dengan hati, dan memperkuat jejaring kerja demi meningkatkan kualitas perlindungan perempuan dan anak di Padang Pariaman.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas P3A Kabupaten Padang Pariaman, Siska Primadona, dalam laporannya menyampaikan bahwa pengukuhan ini memberikan legitimasi formal bagi pengurus untuk segera menjalankan tugas secara optimal.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk:

  • Mensosialisasikan peran P2TP2A kepada masyarakat luas,
  • Membangun kepercayaan publik terhadap lembaga,
  • Memperkuat komitmen dalam perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak.

Acara tersebut, juga dihadiri oleh Mutmar Yenni Daimis, S.Ag selaku Sekretaris P2TP2A Limpapeh Rumah Nan Gadang Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris Daerah beserta jajaran perangkat daerah, Ketua TP-PKK Ny. Nita Azis yang juga masuk dalam jajaran pengurus P2TP2A Saiyo Sakato, Ketua GOW Ny. Resty Yulandari Rahmat, Ketua DWP Ny. Yanti Herawati Ruddy Rillis, serta seluruh pengurus P2TP2A Saiyo Sakato periode 2025–2030 dan para undangan lainnya.