Bupati Pimpin Evaluasi Penanganan Bencana: Logistik Dipercepat, Huntara Mulai Disiapkan  

Rapat Evaluasi Memastikan Tiga Agenda Utama Berjalan Efektif

Padang Pariaman, Cakrawalasatu.com – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, terus mempercepat pemulihan pascabencana, melalui rapat evaluasi yang digelar rutin setiap dua hari.

Pada Rabu malam (10/12), Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis memimpin langsung evaluasi di Pendopo Bupati, memastikan tiga agenda utama berjalan efektif : percepatan distribusi logistik, tindak lanjut kunjungan Wakil Menteri PUPR dan Komisi V DPR RI, serta penyiapan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak.

Bupati JKA menegaskan, agar pendistribusian logistik diprioritaskan untuk pengungsi yang masih bertahan di sejumlah titik. Ia meminta Dinas Sosial, Satpol PP, dan OPD terkait mengoordinasikan armada dan pendataan dengan camat serta wali Nagari agar bantuan tidak terhambat.

“Jangan sampai ada pengungsi yang kekurangan dan kelaparan,” tegasnya.

Pada evaluasi tindak lanjut kunjungan, Wamen PUPR dan Komisi V DPR RI, Bupati JKA meminta seluruh perangkat daerah mempercepat penyusunan perencanaan pembangunan ulang dua jembatan vital Anduring dan Sikabu yang dijadwalkan dikerjakan pada tahun 2026, termasuk penyelesaian DED serta pendataan infrastruktur lain yang rusak.

Di sisi lain, persiapan Huntara menjadi perhatian utama. Bupati Sekda, BPBD, dan Dinas LHKPP memastikan kesiapan lahan dan mempercepat inventarisasi penerima.

“BNPB menegaskan, syarat lokasi harus clear and clean. Kita harus bergerak cepat,” ujarnya.

Sekda Rudi Repenaldy Rilis melaporkan, kebutuhan Huntara mencapai 237 unit berdasarkan data terbaru bersama camat dan wali nagari.

BPBD Padang Pariaman, mencatat hingga 10 Desember 2025, kerusakan infrastruktur meliputi 38 jembatan, 29 ruas jalan, dan 69 jaringan irigasi. Kerusakan fasilitas umum terdiri atas 53 sekolah dan 49 rumah ibadah dengan beragam tingkat kerusakan.

Untuk rumah penduduk, total 3.163 unit terdampak, di antaranya 290 rusak berat. Sektor pertanian juga mengalami kerusakan luas, mencapai lebih dari 1.800 hektare lahan dan 50 kolam/tambak. Kerugian sementara ditaksir Rp 967,8 miliar.

Jumlah pengungsi kini turun drastis, dari 4.847 jiwa pada masa awal bencana menjadi 367 jiwa seiring relokasi dan permulaan bencana secara bertahap.

Dengan evaluasi berkelanjutan dan koordinasi lintas instansi, Pemkab Padang Pariaman menegaskan, komitmennya memastikan seluruh proses pemulihan berjalan cepat, terukur, dan berpihak pada masyarakat terdampak.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan