Nisel Gempar: Guru SMP Diduga Cabuli Siswi

Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di Ruang Guru, Sekolah Dituding Lambat Tangani Kasus

Daerah, Peristiwa4613 Dilihat

Nias Selatan||cakrawalasatu.com – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru kembali mencoreng citra pendidikan di Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara. Inisial MT, seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Siduaori, dilaporkan ke Polres Nias Selatan atas dugaan tindakan tidak senonoh terhadap siswinya, berinisial AZ, yang baru berusia 16 tahun.

Laporan polisi dengan Nomor: STTLP/B/183/X/2025/SPKT/POLRES NIAS SELATAN/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 15 Oktober 2025, ini menjadi sorotan publik, memicu tuntutan agar aparat penegak hukum bertindak cepat dan transparan.

Baca Juga: Rotasi Jabatan di Kejati Sumut, Kajari Gunungsitoli Berganti

Kronologi: Dari Rayuan di Chat Hingga Pelecehan di Ruang Sepi

Berdasarkan penelusuran cakrawalasatu.com, kasus ini bermula dari serangkaian percakapan daring antara MT dan AZ. Korban mengaku kerap menerima pesan bernada rayuan dan ajakan untuk berfoto bersama.

“Sebelum kejadian, dia (MT) sering chat saya, ‘kapan kita foto bareng?’ Saya jawab, ‘gak tahu Pak’. Dia balas lagi, ‘gak lama-lama lagi bapak di sini, gak nyampe bulan September ini bapak mau pindah’. Saya jawab, ‘apa urusan saya dengan itu Pak?’” ungkap AZ, kepada sejumlah wartawan, Sabtu (18/10/2025) sore.

Baca Juga: Diduga Cetak Uang Palsu di Rumah, Pemuda Pulau Batu Diciduk Polisi

Puncaknya terjadi pada 28 Agustus 2025. Dengan dalih meminta bantuan membuatkan kopi, MT memanggil AZ ke ruang kantor guru melalui seorang siswi lain. Di ruang sepi itulah, dugaan pelecehan terjadi.

Pengakuan Korban: Sentuhan di Dada dan Trauma Mendalam

“Setelah saya buatkan kopi, dia (MT) suruh saya di sebelahnya dan mengajak berfoto. Awalnya saya menolak, tapi dia memaksa,” tutur AZ dengan suara lirih, menahan tangis.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Nias Selatan: Ketika Keadilan Jadi Barang Langka, Harapan Terkubur dalam Sistem yang Korup

Dalam kondisi tertekan, AZ akhirnya menuruti permintaan MT untuk berfoto bersama. Namun, saat itulah, menurut pengakuan AZ, MT melakukan tindakan yang tidak senonoh.

“Pundak saya dipegangnya, kemudian bagian dada saya juga dipegangnya. Atas itu, saya lalu memukul tangannya lalu pergi,” jelas AZ, menggambarkan detik-detik mencekam yang membekas dalam ingatannya.

Keluarga Korban Berang: Sekolah Diduga Tutupi Fakta

Keluarga AZ, yang mengetahui kejadian ini dari pengakuan korban, merasa geram dengan sikap pihak sekolah yang dinilai lamban dan terkesan menutupi kasus ini. FZ, kakek AZ yang juga bertindak sebagai pelapor, mengungkapkan kekecewaannya.

“Kami sangat kecewa dengan tanggapan kepala sekolah yang mengatakan bahwa ‘hal seperti itu biasa terjadi antara guru dan siswa’. Ini jelas tidak bisa diterima. Kami menduga ada upaya untuk melindungi pelaku,” tegas FZ, dengan nada berang.

Menurut FZ, pihak sekolah bahkan sempat melakukan upaya mediasi secara sepihak tanpa melibatkan keluarga korban. “Kami tidak pernah dimintai persetujuan atau dilibatkan dalam proses apapun. Tiba-tiba saja mereka mengklaim bahwa masalah ini sudah diselesaikan secara damai. Ini jelas tidak adil,” ujarnya.

Perimbangan Informasi: Pihak Sekolah dan Terduga Bungkam

Terpisah, setelah dikonfirmasi kepada Kepala Sekolah berinisial RL dan oknum guru MT melalui sambungan WhatsApp, pada Minggu (19/10/2025), hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Pesan yang dikirimkan terlihat terkirim dengan status centang dua abu-abu.

Cakrawalasatu.com akan terus berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi dan memberikan ruang hak jawab yang seluas-luasnya.