Jakarta, Cakrawalasatu.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi mencanangkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, sekaligus mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah.
Kegiatan ini digelar saat momentum car free day (CFD) perdana, dipadati warga yang antusias berolahraga sekaligus menikmati berbagai hiburan budaya Betawi di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (10/05/26) pagi.
Sejak pukul 05.30 WIB, masyarakat mulai memadati kawasan HR Rasuna Said untuk jogging, bersepeda, hingga mengikuti senam sehat di sepanjang jalur CFD. Suasana kawasan perkantoran itu pun berubah menjadi ruang publik yang dipenuhi aktivitas warga tanpa polusi kendaraan bermotor.
Uji coba CFD ini juga dimeriahkan parade ondel-ondel dan alunan musik tradisional Betawi yang menarik perhatian pengunjung. Warga tampak berhenti sejenak untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pencanangan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta yang dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat.
Selain CFD, Pemprov DKI Jakarta juga mendeklarasikan gerakan “Jaga Jakarta Bersih” melalui program pilah sampah. Berbagai hiburan lain seperti tarian tradisional dan bazar UMKM turut memeriahkan acara menuju puncak perayaan HUT Jakarta yang akan digelar Juni mendatang.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Minggu tanggal 10 Mei tahun 2026, Deklarasi Gerakan Pilah Sampah sekaligus Pencanangan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta dimulai. “Jaga Jakarta Bersih Pilah Sampah, secara resmi saya nyatakan dimulai”,” ucap Pramono di lokasi.
Pramono menerangkan, gerakan Pilah Sampah ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan menjadi gaya hidup baru bagi warga Jakarta.
“Pentingnya memilah sampah sejak dari rumah untuk mengurangi beban pembuangan akhir yang kian mengkhawatirkan,” terangnya.
Pramono menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan menahun terkait pengelolaan sampah di Ibu Kota.
“Bahwa ini membangun Jakarta tidak bisa sendirian. Persoalan sampah salah satunya. Maka hari ini sesuai dengan instruksi gubernur (Ingub), kita akan mengadakan gerakan untuk pilah sampah. Saya optimis di bawah koordinasi bersama Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan, Jakarta akan memiliki pola baru dalam pengelolaan sampah dari hulu ke hilir,” jelasnya.
Pramono secara khusus menyoroti komitmennya untuk menuntaskan masalah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang selama ini menjadi tantangan besar bagi setiap kepemimpinan di Jakarta.
“Ketika Pak Menko Pangan pertama kali bertemu dengan saya, urusan Bantargebang, beliau membisikkan begini, kalau panggil saya kan Mas, Mas, masa sih Bantargebang tidak bisa kita selesaikan, benar gak Pak Menko? Saya bilang, Bang, Bismillah kita selesaikan. Di era kita harus selesai urusan Bantargebang. Demikian juga dengan Pak Menteri, waktu itu belum dilantik pun sudah pengen nyelesaikan Bantargebang, rupanya feelingnya bagus banget,” tegasnya. (*)













