Yusuf Nache: Pemkab Nisel Perketat Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

BBMKG Peringatkan Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Potensi Longsor pada 22–27 November 2025

Berita Terkini, Daerah2700 Dilihat

Nias Selatan||CSC – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Pemkab Nisel) meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan setelah Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku pada 22–27 November 2025. Dalam surat resminya, BBMKG menyebut adanya potensi hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, hingga pembentukan awan Cumulonimbus (CB) akibat pengaruh IOD negatif, gelombang atmosfer aktif, serta sistem tekanan rendah 95B di sekitar Selat Malaka.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, hingga pohon tumbang di sejumlah daerah, termasuk wilayah kepulauan Nias.

Baca Juga: Padang Pariaman Tanggap Darurat, Banjir dan Longsor Melanda 11 Kecamatan

Menyikapi peringatan itu, Wakil Bupati Nisel, Ir. Yusuf Nache, S.T., M.M., menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah sigap untuk memastikan keselamatan masyarakat.

“Kami menyebarluaskan informasi terkait kondisi cuaca supaya masyarakat waspada,” ujar Yusuf Nache kepada cakrawalasatu.com ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (24/11/2025).

Baca Juga: Ketua Pokdarkamtibmas Resor Jaksel Ucapkan Terima Kasih Atas Dedikasi Anggota Pokdarkamtibmas Mengikuti Apel Siaga Potmas

Ia memastikan bahwa BPBD dan perangkat daerah lainnya telah diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak awal.

“Seluruh jajaran sudah kita arahkan untuk siap sedia menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Kami meningkatkan kewaspadaan dan meminta masyarakat segera menyampaikan informasi jika ada kejadian atau tanda-tanda bencana,” jelasnya.

Baca Juga: Fakta Baru: Kapal Bom Ikan Ternyata KM Laksamana Ceng Ho

BBMKG sebelumnya menegaskan bahwa wilayah-wilayah di Sumatera Utara, termasuk Kepulauan Nias, berpotensi terdampak hujan intensitas tinggi. Pemkab Nisel pun memberi perhatian khusus pada kawasan rawan banjir, daerah aliran sungai, dan perbukitan yang berisiko longsor.

“Warga di sekitar bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan bila perlu menjauhinya,” tegas Wakil Bupati.

Selain kesiagaan personel, pemerintah daerah menyiapkan sarana penanganan darurat dan memperkuat koordinasi dengan Basarnas. “Kita siapkan sarana dan berkoordinasi dengan Basarnas,” ujarnya.

Menanggapi kemungkinan dampak serius seperti kerusakan infrastruktur, Pemkab berkomitmen melakukan penanganan cepat. “Jika ada kerusakan, maka kita tangani secepat mungkin yang bersifat darurat dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat,” kata Yusuf Nache.

Ia menambahkan bahwa aparat pemerintah serta kelompok masyarakat juga dilibatkan dalam pengamanan wilayah dan respons lapangan.

BBMKG dalam suratnya mengimbau seluruh pemerintah daerah di Sumatera Utara untuk meningkatkan koordinasi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat dan akurat. Sejalan dengan itu, Pemkab Nisel telah memperkuat strategi komunikasi publik, baik melalui perangkat kecamatan, pemerintah desa, maupun kanal informasi resmi.

Menutup penjelasannya, Wakil Bupati mengingatkan masyarakat agar tetap waspada selama periode cuaca ekstrem berlangsung. “Kepada seluruh masyarakat Nias Selatan, agar tetap berhati-hati jika bepergian dan menjauhi bantaran sungai,” ujarnya.