Jakarta, Cakrawalasatu.com – Setelah sukses membawakan program Kampung nelayan ke Nagari Katapaiang, pemerintah kabupaten Padang Pariaman, melalui Wakil Bupati Rahmat Hidayat kembali menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan daerah. Melalui langkah proaktif “jemput bola”, Rahmat melakukan konsultasi dan koordinasi langsung dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Gedung Mina Bahari II, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wabup Rahmat didampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Padang Pariaman dan disambut langsung oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP RI, Komjen Pol. (Purn) Drs. Lotharia Latif, SH, M.Hum.
Audiensi berlangsung hangat dan produktif dengan pembahasan strategi terkait penguatan sektor perikanan tangkap, khususnya usulan pengembangan Program Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 di Kabupaten Padang Pariaman.
Dalam kesempatan itu, Rahmat Hidayat menyampaikan kesiapan daerah sekaligus mengusulkan empat prioritas, yaitu :
Nagari Seulayat, Kecamatan Ulakan Tapakis
Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakis
Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau
Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau
Rahmat menegaskan, Kabupaten Padang Pariaman memiliki potensi besar untuk pengembangan kampung nelayan, didukung oleh berbagai indikator yang telah memenuhi persyaratan, mulai dari ketersediaan lahan, keberadaan koperasi desa, jumlah nelayan dan pembudidaya, kelompok usaha bersama (KUB), kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), hingga produksi perikanan serta sarana infrastruktur dan akses pasar.
“Padang Pariaman, sangat siap untuk menjadi bagian dari penguatan Kampung Nelayan Merah Putih. Kita punya potensi, data dukung, dan semangat masyarakat pesisir yang tinggi. Tinggal bagaimana kita mendorong dengan dukungan pusat,” ujar Rahmat optimis.
Selain bantuan itu, Wabup juga mengajukan usulan armada penangkapan ikan berupa kapal purse seine untuk meningkatkan produksi penangkapan ikan dan kesejahteraan nelayan. Adapun rincian usulan tersebut meliputi :
2 paket Kapal Purse Seine 30 GT beserta alat tangkap
1 paket Kapal Purse Seine 50 GT beserta alat tangkap
Rahmat menjelaskan, kebutuhan armada dan alat tangkap modern menjadi sangat penting mengingat keterbatasan kapasitas fiskal daerah yang belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan tersebut.
“Dengan dukungan kapal dan alat tangkap yang mampu, produktivitas nelayan akan meningkat signifikan. Hal ini berdampak langsung pada perekonomian masyarakat pesisir,” tambahnya.
Sementara itu, Dirjen Perikanan Tangkap KKP RI, Lotharia Latif, memberikan tanggapan positif terhadap usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.
Ia mengapresiasi, langkah aktif dan keseriusan daerah dalam mempersiapkan data dukung program.
“Kami melihat kesiapan Kabupaten Padang Pariaman cukup baik, baik dari sisi potensi maupun kelembagaan masyarakatnya. Ini menjadi modal penting untuk pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih ke depan,” ungkap Lotharia.
Ia juga menyampaikan, bahwa pihak KKP akan meninjau usulan tersebut melalui proses evaluasi dan verifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami tentu akan mempelajari proposal yang disampaikan. Prinsipnya, KKP sangat mendukung daerah-daerah yang serius dan siap dalam mengembangkan sektor penangkapan ikan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Menutup pertemuan tersebut, Wabup Rahmat Hidayat menyampaikan optimisme tinggi bahwa usulan yang dikemukakan akan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.
“Kami sangat optimis, respon Pak Dirjen sangat positif. InsyaAllah dengan komunikasi yang intens dan kesiapan kita di daerah, usulan ini bisa terealisasi melalui dukungan APBN KKP tahun 2026,” pungkas Rahmat.













