BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Sumatera Utara: Nelayan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Perairan Kepulauan Nias hingga Batu Berisiko Dihantam Gelombang Setinggi 2,5 Meter

Headline1641 Dilihat

Nias Selatan, CSC – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Medan, secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan Sumatera Utara.

Peringatan ini berlaku mulai 9 Juni 2025 pukul 07.00 WIB hingga 11 Juni 2025 pukul 07.00 WIB, mencakup kawasan laut yang kerap dilintasi nelayan dan kapal niaga, termasuk Perairan Kepulauan Nias dan Kepulauan Batu.

Baca Juga: Hujan Deras Guyur Kota Teluk Dalam, Suasana Malam di Sekitar Pelabuhan Lama Mendadak Lengang

Faktor Sinoptik dan Perubahan Cuaca

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan bahwa potensi gelombang tinggi ini dipicu oleh belokan angin yang terpantau cukup aktif di wilayah Sumatera Utara. Fenomena ini, ditambah dengan pengaruh faktor lokal yang menguat, menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang signifikan serta peningkatan kecepatan angin di laut.

Kondisi angin di wilayah pantai timur Sumatera Utara umumnya bergerak dari selatan ke utara dengan kecepatan antara 4 hingga 20 knot, sedangkan di pantai barat bergerak dari barat ke utara dengan kecepatan serupa.

Baca Juga: Jalan Nasional Rusak Parah di Teluk Dalam: Pengacara Desak PPK 3.5 BBPJN Sumut Segera Bertindak Sebelum Makan Korban Jiwa

Wilayah Perairan yang Terdampak Gelombang Tinggi (1,25 – 2,5 meter):
Perairan Barat Kepulauan Nias

Perairan Timur Kepulauan Nias

Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias

Perairan Barat Kepulauan Batu

Perairan Kepulauan Batu

Dengan kondisi tersebut, beberapa aktivitas pelayaran di perairan tersebut masuk dalam kategori berisiko tinggi, khususnya bagi kapal-kapal kecil dan perahu nelayan.

Baca Juga: Danlanal Nias Tegaskan Proses Hukum Kasus Illegal Fishing di Perairan Pini dan Sambulaling Masih Berlanjut, Pemilik Kapal Disebut Tak Kooperatif

Imbauan Serius untuk Nelayan dan Operator Kapal

BMKG mengimbau seluruh masyarakat maritim, terutama nelayan tradisional, kapal tongkang, kapal cepat, dan operator transportasi laut lainnya—untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan pelayaran bila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Berdasarkan standar keselamatan pelayaran, pelayaran perahu nelayan berisiko tinggi jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter. Sementara kapal tongkang perlu ekstra waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan gelombang hingga 1,5 meter.

Pantau Informasi Cuaca dan Utamakan Keselamatan

Pihak BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca di laut dapat berubah secara cepat dan tidak terduga. Oleh karena itu, seluruh masyarakat pesisir dan pelaku kegiatan kelautan diharapkan selalu memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui aplikasi, website, maupun stasiun pemantau lokal.

“Kami mengimbau semua pihak untuk tidak mengabaikan peringatan ini. Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama,” tulis BMKG dalam siaran pers resminya.

Dengan meningkatnya potensi gelombang tinggi dan dinamika atmosfer yang tidak menentu, kewaspadaan kolektif menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut yang tidak diinginkan.