Nias Selatan, CSC – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Medan, secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan Sumatera Utara.
Peringatan ini berlaku mulai 9 Juni 2025 pukul 07.00 WIB hingga 11 Juni 2025 pukul 07.00 WIB, mencakup kawasan laut yang kerap dilintasi nelayan dan kapal niaga, termasuk Perairan Kepulauan Nias dan Kepulauan Batu.
Baca Juga: Hujan Deras Guyur Kota Teluk Dalam, Suasana Malam di Sekitar Pelabuhan Lama Mendadak Lengang
Faktor Sinoptik dan Perubahan Cuaca
Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan bahwa potensi gelombang tinggi ini dipicu oleh belokan angin yang terpantau cukup aktif di wilayah Sumatera Utara. Fenomena ini, ditambah dengan pengaruh faktor lokal yang menguat, menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang signifikan serta peningkatan kecepatan angin di laut.
Kondisi angin di wilayah pantai timur Sumatera Utara umumnya bergerak dari selatan ke utara dengan kecepatan antara 4 hingga 20 knot, sedangkan di pantai barat bergerak dari barat ke utara dengan kecepatan serupa.
Wilayah Perairan yang Terdampak Gelombang Tinggi (1,25 – 2,5 meter):
Perairan Barat Kepulauan Nias
Perairan Timur Kepulauan Nias
Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias
Perairan Barat Kepulauan Batu
Perairan Kepulauan Batu
Dengan kondisi tersebut, beberapa aktivitas pelayaran di perairan tersebut masuk dalam kategori berisiko tinggi, khususnya bagi kapal-kapal kecil dan perahu nelayan.
Imbauan Serius untuk Nelayan dan Operator Kapal
BMKG mengimbau seluruh masyarakat maritim, terutama nelayan tradisional, kapal tongkang, kapal cepat, dan operator transportasi laut lainnya—untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan pelayaran bila kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Berdasarkan standar keselamatan pelayaran, pelayaran perahu nelayan berisiko tinggi jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter. Sementara kapal tongkang perlu ekstra waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan gelombang hingga 1,5 meter.
Pantau Informasi Cuaca dan Utamakan Keselamatan
Pihak BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca di laut dapat berubah secara cepat dan tidak terduga. Oleh karena itu, seluruh masyarakat pesisir dan pelaku kegiatan kelautan diharapkan selalu memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui aplikasi, website, maupun stasiun pemantau lokal.
“Kami mengimbau semua pihak untuk tidak mengabaikan peringatan ini. Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama,” tulis BMKG dalam siaran pers resminya.
Dengan meningkatnya potensi gelombang tinggi dan dinamika atmosfer yang tidak menentu, kewaspadaan kolektif menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut yang tidak diinginkan.












