Preservasi Jalan Nasional Teluk Dalam-Gusit Bergelombang dan Diduga Membahayakan Pengguna Jalan, PPK 3.5 Pilih Bungkam

Ketika Anggaran Mengalir, Tapi Kualitas Jalan Justru Membahayakan Pengguna

Headline, Nias Selatan2452 Dilihat

Nias Selatan, CSC – Preservasi jalan nasional Teluk Dalam–Gunungsitoli (Gusit), Sumatera Utara diduga dapat membahayakan pengguna jalan.

Pasalnya, kondisi penambalan ruas jalan di beberapa titik bergelombang atau tidak rata. Pantauan langsung tim wartawan di lapangan, pada Jumat (16/5/2025), mengungkap sejumlah titik ruas jalan hasil proyek yang bergelombang, tidak rata, dan rawan tergenang saat hujan.

Baca Juga: Kejurnas Angkat Besi 2025: Mencetak Generasi Emas Menuju Olimpiade Los Angeles

Kondisi ini diduga mencederai esensi preservasi sebagai upaya pemeliharaan infrastruktur vital, namun juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengendara, terutama sepeda motor. Di ruas Jalan Km 5 Balikhi, Desa Ganowo Sau’a, serta jalur antara Desa Hiliganowo (Kecamatan Teluk Dalam) menuju Desa Hiliamaetaluo (Kecamatan Toma), tampak tidak rata. Bahkan di inti Kota Teluk Dalam, jalan bergelombang dan berlubang menjadi pemandangan rutin.

Proyek preservasi yang seharusnya menjadi langkah strategis menjaga infrastruktur nasional agar tetap layak pakai, kini justru terkesan berubah menjadi potret kegagalan teknis dan buruknya pengawasan. Bahkan, dugaan pemborosan anggaran tak terhindarkan, mengingat hasilnya tidak sebanding dengan nilai investasi yang dikeluarkan negara.

Baca Juga: Waspada MERS-CoV, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Perketat Protokol Kesehatan di Arab Saudi

Lebih disayangkan lagi, pihak yang bertanggung jawab memilih diam. Ketika dimintai konfirmasi, Theo Ginting selaku PPK 3.5 Dirjen Bina Marga BBPJN Gunungsitoli–Teluk Dalam enggan memberikan penjelasan. Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui WhatsApp pada Jumat (16/5/2025) tidak direspons, seolah ingin membiarkan masalah ini larut tanpa akuntabilitas.